Tugas Sistem Informasi Manajemen
NAMA : YUNITA
NIM :
1501001010001
2. Prinsip spesifik apa yang di perlukan
untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang etis?
Jawab : Enam
prinsip etika dalam memberikan penilaian terhadap suatu perilaku diantaranya
Aturan Emas, Imperatif Katagoris
Immanuel Kant, aturan perubahan Descartes, Prinsip Utilitarian, Prinsip
Menghindari Risiko, aturan etika ‘‘tidak ada makan siang gratis’’.
Prinsip-prinsip tersebut digunakan dalam berhubungan dengan analisis etika.
a) Tuliskan
dan jelaskan 5 langkah dalam melakukan analisis etika.
Ø Identifikasi dan gambarkan fakta
secara jelas. Temukan siapa yang melakukan suatu
tindakan dan untuk siapa tindakan tersebut dilakukan, dimana, kapan, dan
bagaimana. Dalam banyak contoh, anda akan terkejut pada kesalahan-kesalahan
pada fakta yang dilaporkan, dan anda akan menemukan fakta lebih mudah pada
saaat membantu mendefinisikan solusinya. Melibatkan pihak yang bertentangan
dalam dileme etika untuk menyetujui fakta-fakta juga akan membantu.
Ø Definisikan konflik atau dilema dan
identifikasikan nilai-nilai yang lebih tinggi yang terlibat. Isu-isu
etika, social, dan politis selalu mewakili nilai-nilai yang lebih tinggi.
Kelompok-kelompok yang berselisih semuanya mengklaim mengusung nilai-nilai yang
lebih tinggi (contohnya kebebasan, privasi, perlindungan hak, serta system
perdagangan bebas). Biasanya isu etika melibatkan sebuah dilema: dua program
tindakan yang bertentangan , namun sama-sama mendukung/mamiliki nilai manfaat.
Sebagai contoh, studi kasus di akhir bab mengilustrasikan dua nilai yang
berseteru: kebutuhan dalam meningkatkan penyimpanan rekaman perawatan
kesehatan, dengan kebutuhan untuk melindungi privasi individu.
Ø Identifikasi pihak-pihak yang
berkempentingan.Setiap isu etika, social, dan politis
selalu memiliki pihak-pihak yang berkempentingan: para pemain yang memiliki
kepentingan terhadap hasil, pihak-pihak yang telah berupaya dalam situasi
tersebut, dan biasanya pihak yang memiliki pendapat yang vocal. Temukan
identitas dari kelompok-kelompok ini dan apa yang mereka inginkan . hal ini
akan berguna kelak pada saat merancang solusi.
Ø Identifikasi pilihan-pilihan
beralasan kuat yang bisa anda ambil. Anda mungkin tidak
menemukan tidak adanya pilihan yang dapat memuaskan semua pihak, namun beberapa
pilihan lebih baik ketimbang yang lainnya. Terkadang solusi yang baik atau etis
tidak selalu memiliki konsekuensi yang seimbang diantara pihak-pihak yang
berkepentingan.
Ø Identifikasi
konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi dari pilihan yang anda ambil.
Beberapa pilihan mungkin benar secara etika, namun membawa malapetaka dari
sudut pandang yang lain. Suatu pilihan mungkin berhasil dalam suatu kasu, namun
belum tentu berhasil dalam kasus serupa. Tanyakan terus pada diri anda’’ Apa
yang akan terjadi seandainya saya terus mengambil keputusan ini’’?
b) Identifikasi
dan jelaskan 6 prinsip etika.
Ø Perlakuan
orang lain seperti yang kamu inginkan orang lain perlakuan kepadamu (Golden Rule-Aturan Emas) posisikan diri
anda pada posisi orang lain, dan berfikir seolah-olah anda adalah objek dari
keputusan yang anda buat dapat membantu anda dalam membuat keputusan yang adil.
Ø Jika
suatu tindakan tidak pantas bagi setiap orang, itu tidak pantas bagi seseorang (Immanuel Kant’s Categorical Imperative). Tanyakan
pada diri anda, ‘jika setiap orang melakukan hal ini, dapatkah suatu organisasi
ataupun masyarakat bertahan’’?
Ø Jika
suatu tindakan tidak dapat dilakukan berulang-ulang, maka tidak dapat
diterapkan secara menyeluruh (Descartes’
rule of change). Suatu tindakan mungkin akan membawa perubahan kecil pada
saat ini dan hal tersebut dapat diterima, namun apabila hal tersebut dilakukan
berulang-ulang, hal tersebut akan membawa perubahan yang tidak dapat diterima
dalam jangka panjang.
Ø Ambil
tindakan yang memberi nilai yang lebih tinggi dan lebih besar. (Utilitarian Principle). Aturan ini
mengasumsikan anda dapat memprioritaskan tingkatan nilai dan memahami
konsekuensi dari berbagai macam tindakan.
Ø Ambil
tindakan yang menberikan kerugian paling sedikit atau biaya paling murah (Risk Aversion Principle). Beberapa
tindakan memiliki biaya kegagalan yang sangat mahal dengan kemungkinan yeng
rendah (contoh membangun pembangkit bertenaga nuklir di pendesaan), atau biaya
kegagalan yang sangat mahal dengan kemungkinan yang cukup besar (mengendarai
mobil dengan kecepatan tinggi dan kecelakaan lalu lintas). Hindari tindakan
yang memiliki biaya kegagalan yang sangat mahal.
Ø Asumsikan
bahwa seluruh benda baik yang berwujud maupun tidak berwujud adalah milik
seseorang sampai ada deklarasi spesifik yang menyatakan sebaliknya. (Ethical ‘no free lunch’rule). Jika
segala sesuatu diciptakan berguna untukmu, maka hal tersebut memiliki nilai,
dan anda seharusnya berasumsi orang yang menciptakannya mengharapkan kompensasi
atas pekerjaan.
Comments
Post a Comment